si pencuri
Sejak awal tahun ini, sudah 3 kali ada penangkapan maling di lingkungan kami. Terakhir terjadi di bulan ini. Beraksi saat dinihari, saat orang-orang di lingkungan kami masih menyulam mimpi.
Tidak sendiri beraksi. Mereka sepasang suami istri. Ditambah seorang supir yang akan mengangkut benda yang mereka curi. Jarahannya berupa hasil kebun yang terbentang luas di di komplek kami. Akan dijual ke pasar kemiri.
captured from google maps
Diduga, bukan kali ini saja mereka beraksi, sudah berulang kali. Ya, memang seringkali Pak Tani tidak memanen kebun yang mereka tanami sendiri, akibat ulah para pencuri ini. Takdir Alloh, ulah busuk mereka segera diketahui. Bersyukur bagi mereka, walau nyeri tiada terperi, hanya bogem mentah yang menghampiri. Bukan potong tangan atau potong kaki.
al-Maaidah 38-39:
“Adapun orang laki-laki dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana”
“Tetapi barangsiapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”

tulisannya YSP makin mantap aja sekarang. Salut saya
duh, aufi, saya masih
perlu belajar banyak nih dari aufi
terutama tentang konsistensi
ya, aufi
hmm..masalah potong memotong ini pernah dibahas di kelompokk liqo kita jaman duluuuuuu bangeett…
hehe. masih inget aja anjar.
btw, kapan lagi nih kita duduk melingkar-lingkar
bersama para malaikat
yang tak terlihat